SELAMAT UNTUK GARUDA JAYA U-19 YANG MEMBUNGKAM KORSEL 3-2 DALAM LAGA AFC CUP GRUP G
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosial Budaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 Juli 2013

Musik Patrol Ramadan, Masih Ada di Sumenep


Sumenep, Lintas Madura (21/07/2013) Hampir semua daerah di Indonesia memiliki Tradisi Patrol untuk membangunkan warga jelang sahur. Tetapi Patrol yang menggunakan musik tradisional Saronen hanya ada di Sumenep.

Musik tradisional ini juga tergolong unik karena tidak setiap saat dimainkan, hanya moment tertentu saja. Seronen adalah musik pengiring kerapan sapi atau sapi sono (hias) saat memasuki arena pertandingan.
Selain pada acara tersebut, di sumenep  musik Seronen hanya di bisa dinikmati saat Bulan Puasa. Itu pun hanya menjelang sahur. Itu pun tidak merata di seluruh Sumenep.

Tradisi itu bisa ditemukan di Desa Pragaan Daya, Kecamatan Pragaan. Tiap malam bisa dipastikan akan ada sekelompok pemuda berkeliling kampung dengan memainkan musik Saronen untuk membangunkan warga.
Ali Mufi (29), pemuda desa setempat yang biasa ikut patrol mengatakan, mereka ini adalah pemuda yang masih peduli terhadap kelestarian musik tradisional, warisan leluhurnya. Karena banyak pemuda sudah tidak mau memainkan aset kekayaan budaya tersebut. Padahal tradisi ini harus dijaga.
“Kebanyakan pemuda sekarang seperti apatis. Mereka tidak peduli musik tradisional ini akan punah apa tidak,”  ujarnya, Sabtu (20/7/2013). Anehnya, imbuhnya, banyak pemuda yang justru terbius dengan keberaan musik modern.

Karena itu, menurut pemuda yang baru menamatkan S1 di salah satu PTS Sumenep ini menganggap, momentum bulan puasa ini menjadi media untuk mengajak pemuda lain, peduli pada keberadaan musik khas daerahnya ini.

Masih menurut Ali, musik patrol Saronen juga sudah biasa dilakukan oleh para pemuda pendahulunya, yang kini sudah memasuki usia lanjut. para pemuda tinggal melanjutkan, agar tidak mengalami kepunahan.
“Jika pemuda tidak peduli pada kekayaan budaya sendiri, saya yakin musik tersebut ke depan akan punah,” pungkasnya (from lensaindonesia.com)

Senin, 08 Juli 2013

Meneguhkan Aswaja NU: Puluhan Ribu Nahdiyin Hadiri Harlah NU 90 di Sumenep

  Harlah NU Sumenep di Gedung Zanzibar Sumenep (foto:aktual.co.id)

Sumenep, Lintas Madura- Sekitar 10 Ribu warga NU tumpah ruah meluber gedung Zanzibar Patian Sumenep pada pengajian umum Hari Lahir (Harlah) organisasi terbesar Nahdatul Ulama, kemarin. Massa warga NU itu berasal dari jamaah NU yang ada di ranting-ranting NU daratan dan sebagian kepulauan Sumenep. Mereka datang dengan menggunakan berbagai macam kendaraan pribadi dan MPU lainnya memadati pelataran sepanjang jalan raya Sumenep-Pamekasan Patian.

Acara yang digelar menjelang siang tersebut diawali dengan Istigasah yang dipimpin oleh para kyai sepuh NU diikuti jamaah dengan hikmat. Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan dan pengarahan dari Rois Syuriah PCNU, KH A Basyir Sajjad yang juga pengasuh PP Annuqoyah Guluk-Guluk. Setelah itu pengarahan dari wakil Sekjen PBNU, KH Masyhuri Malik. Dalam sambutannya, ia mengajak warga NU hati-hati dalam menanggapi fenomena faham yang semakin ruwet yang menginvasi warga NU akhir-akhir ini. " kita sudah sepakat bersama para pendahulu kita, bahwa NKRI adalah harga yang tidak bisa ditawar-tawar lagi keberadaannya.NU sendiri lahir sebelum bangsa Indonesia ini lahir dan merdeka, coba lihat PBNU itu perpanjangan dari Pancasila, Bhinneka tunggal ika, NKRI, dan Undang-Undang Dasar 1945 titik," tegasnya.

Sementara itu penceramah Ajengan Zezen (KH Zezen Zainal Abidin Baazul Asybab) dari Sukabumi Jawa Barat mengajak warga NU untuk bangkit dan bergerak bersama-sama memajukan NU dan Ummat dengan semangat keihlasan. " mari kita bangkit dan jangan diam, karena NU itu nahdah harus bangkit dan bergerak menyelamatkan aqidah ummat Indonesia, Asia dan Dunia", tandas pengurus pusat Jamiyyah Thoriqoh Annahdiyah ini.

Ia juga menjelaskan bahwa NU tidak boleh terpisah dari kumpulannya para aulia, dan NU tidak boleh terpisah Jamiyyah Thoriqoh. Secara implisit ia mengajak warga NU untuk memahami dan mendalami thoriqoh karena ini adalah cara dan metode yang tepat untuk beribadah dan melawan hawa nafsu serta setan ," semua itu ada caranya, berzikir itu juga ada caranya atau metodenya, kalau tidak tahu caranya melakukan sesuatu maka rusaklah amalnya. Melawan setan itu harus dengan zikir Laa ila ha ilallah yang banyak serta memahami metodenya" jelas salah satu Wakil Talqin Thoriqoh Qodiriyah Naqsabandiyah Suryalaya ini.

Acara ini juga dihadiri para kyai sepuh NU Sumenep, seperti KH Waris Ilyas, KH Thoifur Aliwafa, KH Maimun Mujtami, KH Hafidi Sarbini dan beberapa pejabat dari Pemkab Sumenep, seperti wakil Bupati Sumenep Ir H Sungkono Sidik dan beberapa Kepala Dinas. 

Pada acara ini juga dilakukan launcing peresmian Baitul Mal waTamwil (BMT NU) Sumenep yang telah aktif di kecamatan Gapura dan beberapa kecamatan lainnya. Peresmian BMT NU dilakukan oleh PBNU KH Masyruri Malik. Acara ditutup oleh pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Fadli Muntahi. (mam/lm)

Sabtu, 06 Juli 2013

Mahasiswa Sumenep Demo Satpol PP Desak Sumenep Bersih Jelang Ramadan



Sumenep, Lintas Madura- Kembali sejumlah Mahasiswa melakukan aksi demo. Kali ini aksi mereka mengarah pada Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumenep, kemarin. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam GADIS (Gerakan Srikandi Sumenep) Long march dari taman kota sambil meneriakkan yel yel Sumenep bersih dari maksiat. 

Seteleh tiba di depan kantor satpol PP Sumenep mereka menuntut agar Satpol PP serius untuk membersihkan Sumenep dari bentuk maksiat apalagi menjelang Ramadan.

Salah seorang korlap aksi dari Gadis yang juga perempuan menuntut agar , ia mengatakan bahwa menjelang Ramadan Sumenep harus bersih dari hal-hal maksiat, hal-hal mesum seperti rumah kost dan hiburan malam serta lokalisasi yang ada di Kabupaten Sumenep.

Sementara Kasi Operasional Satpol PP Sumenep, Moh. Saleh, justru  berterima kasih atas dukungan mahasiswa tersebut."Kami justru berterima kasih dan kami mohon dukungannya demi kelancaran tugas kami "tegasnya (mam/lm)


Jumat, 05 Juli 2013

Jumat Terakhir Jelang Ramadan, Warga Sumenep Madura Banyak Ziarahi Makam Leluhur


Sumenep, Lintas Madura (05/07/2013)- Beberapa hari menjelang bulan Ramadan, masyarakat Madura khususnya Sumenep banyak yang berziarah ke makam para leluhur mereka baik di pemakaman keluarga maupun pemakaman umum. Aktivitas ini telah mendarah daging dan begitu mentradisi di kalangan muslim Madura, terutama malam dan hari jumat terakhir sebelum bulan puasa tiba.

Mereka berbondong-bondong bersama sanak keluarganya menuju kompleks pemakaman untuk memanjatkan doa dengan membaca surah Yasin dan surah-surah pendek Al-Quran serta tahlil di makam para leluhurnya. Bagi sebagian orang, hal ini menjadi semacam kewajiban yang bila ditinggalkan serasa ada yang kurang dalam melangkahkan kaki menyongsong puasa Ramadan.

Menurut salah seorang tokoh masyarakat asal Kebunan Sumenep, Ustadz Hamzah, seakan masyarakat ada yang kurang kalau tidak ziarah dulu sebelum menjelang Ramadan. " ini sudah keyakinan kalau menjelang puasa harus ziarah dulu ke makam para leluhur dan makam wali, ya untuk mendoakan mereka para leluhur kita dan sekaligus berdoa akan keselamatan kita" jelasnya.

Ustad yang gaul ini juga menjelaskan bahwa bulan Sya'ban bagi orang Madura disebut juga bulan rebba atau kalau orang jawa bilang ruwah. " di bulan ini banyak orang "arebba" melakukan sedekah, biasanya tiap rumah itu bersedekah makanan ke tetangga dan kyai yang pahala sedekahnya dihaturkan pada para leluhur mereka yang telah wafat" jelasnya.(mam/lm)


Senin, 24 Juni 2013

Warga Padati Kompleks Tempat Ziarah di Malam Syabanan

makam Batu Ampar yang dipenuhi warga di malam Syaban

Madura, Lintas Madura (24/06/2013)- Beberapa kompleks makam yang dianggap wali di Madura dipadati para peziarah sejak siang hingga subuh menandai malam nisfu Sya'ban. Masyarakat Madura biasanya setelah dari surau dan masjid serta songkeman dengan para tetua mereka, akan mengunjungi tempat-tempat ziarah untuk zikir tahlil, berdoa demi keselamatan diri, keluarga, dan umat. Tak ayal tempat-tempat ziarah di Madura dipadati peziarah pada malam hari sampai subuh dari berbagai daerah.
makam Syekh Kholi di Bangkalan-Foto Seru.com


Menurut penuturan salah satu peziarah di Bangkalan, Hairul, Asta Kyai Kholil telah ramai dikunjungi peziarah sejak pagi sampai malam (tadi malam) dari berbagai daerah di Jawa Timur. Sementara menurut salah satu warga Propo Pamekasan, Badrus Soleh, ketika dihubungi media ini menuturkan bahwa peziarah tumplek blek di makam Batu Ampar sejak sore hari sampai pagi subuh. " kelihatan jalan-jalan menuju kompleks makam selalu ramai dengan kendaraan meskipun dini hari", terangnya.

Lain lagi dengan Asta Brambang (K.M Ali) yang dipadati peziarah setelah Isya dari berbagai daerah di Madura. Mereka bahkan ada yang menginap di kompleks makam. Menurut pantauan media ini di tiga tempat ziarah, rata-rata mereka singgah di beberapa makam sekaligus dalam satu malam, seperti yang dialami Ustaz Amzah warga Kebunan Sumenep.yang memulai ritual ziarahnya dari Asta Katandur, karena dianggap sesepuh semua wali di Sumenep. " ya saya dan teman-teman mulai dari Asta Katandur, lalu ke Kyai Khotib Parangggan ke utara Asta Katandur yang merupakan anak dari Asta Katandur, lalu ke Kyai Khotib Paddusan, terus ke Kyai Ali Brambang, sebenarnya di Barambang ada asta Sayyid Munfar yang merupakan adik Asta Katandur, lalu setelah itu ke Asta Pangeran Letnan di Asta Tinggi termasuk ke Sultan Abdurrahman dan Bindoro Saud, terakhir menjelang subuh ziarah ke makam Kyai Asmuni di Pandian" jelasnya.
makam Sayyid Yusuf Talago yang dipadati warga

Tradisi berziarah ke makam para wali ini sangat kental di masyarakat Madura. Hal ini menurut pegiatn Lembaga Kajian Agama dan Demokrasi (LeKAD) Madura, Imam Suhair sebagai penanda penghargaan pada leluhur dengan mendoakan, silaturruh, dan lebih luas lagi pada hablumninal'alam. Selanjutnya Substansi sya’banan berpotensi bagi pribumisasi Islam di masa depan yang diyakini bakal berhadapan dengan gerakan Islam global termasuk Islam puritan yang terus menginvasi Madura. " Dengan tradisi sya’banan ini identitas lokal tereksistensi untuk melawan dan menghadang gerakan luar yang cenderung tidak menghargai tradisi, kita selanjutnya menjadi tuan rumah di negeri sendiri." tuturnya. (tim/lm)

Masyarakat Madura Gelar Ritual Tradisi Syabanan


Madura,Lintas Madura (24/06/2013)- Saat Magrib tiba, masyarakat Madura tumpah ruah di masjid, musala, dan surau untuk berdoa di malam nisfu Syaban. Malam nisfu syaban diyakini umat Islam sebagai malam penanda akan datangnya bulan Ramadan dan malam ditutupnya buku amal manusia selama setahun.

Untuk itulah, malam nisfu syaban diisi dengan acara agar hidup selalu dapat petunjuk dan pertolongan dari Allah. Ritual tradisi syabanan ini diawali dengan salat Magrib berjamaah dan salat sunat 2 rakaat, kemudian membaca surah Yasin sebanyak tiga kali berjamaah. Biasanya setelah membaca surah Yasin dilanjutkan dengan zikir dan pengajian/tauziah dari sang Kyai. Setelah itu dilanjutkan dengan salat Isya berjamaah dan silaturrahmi antar warga dan kerabat untuk saling memaafkan. Tradisi saling memaafkan atau songkeman ini sangat semarak dengan hadirnya anak-anak yang berkunjung ke rumah-rumah untuk songkeman.

Bagi masyarakat tertentu ritual tradisi ini akan berlanjut sampai menjelang Subuh, yakni dengan melakukan ziarah ke makam orang-orang yang dianggap Wali. Tak ayal, sejak setelah Isya' ribuan orang peziarah memadati beberapa kompleks makam. Di Madura termasuk daerah tujuan ziarah banyak sekali makam yang diziarahi diantaranya Makam Syaich Kholil, Asta Rato Ebo (Bangkalan), Asta Batu Ampar (Pamekasan), Asta tinggi , Sayyid Yusuf, Asta Katandur, Asta Brambang (Sumenep).

Tradisi Syabanan di Madura menurut pengamatan Syarif Hidayat (penulis muda Madura di bloggernya) bukannnya mulus tidak ada hambatan. Kini, tradisi sya’banan ini menghadapi dua tantangan sekaligus. Pertama, puritanisme Islam yang menghantam langsung sendi tradisi dengan tudingan bid’ah dolalah. Kedua, arus modernisasi perkotaaan yang disimbolkan pola pikir individualistis plus pola pemukiman perumahan. " sejatinya tradisi bagus ini harus terus dikembangkan dengan fasilitasi pihak terkait", terangnya. (mam/lm)

Rabu, 12 Juni 2013

Pamekasan Banjir, Sekolah Diliburkan

Luapan air di SD Jungcangcang _sumber foto: metronews.com

Pamekasan, Lintas Madura (12/06/2013) Banjir yang melanda Kota Pamekasan kemarin membuat sebagian aktivitas masyarakat tidak berjalan sebagaimana mestinya. Tercatat beberapa sekolah terpaksa diliburkan di Kelurahan Jungcangcang, Pamekasan.

Banjir kali ini melanda dua kecamatan di Kabupaten Pamekasan Selasa, akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin. Kecamatan yang dilanda banjir itu masing-masing Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Pademawu.

Banjir ini diakibatkan Sungai Kalisemajid meluap.  Ketinggian air mencapai hampir dua meter. Sampai tadi malam hujan terus mengguyur Pamekasan dan Madura umumnya. Sampai siang kemarin belum ada tanda-tanda banjir akan surut, bahkan genangan air cenderung makin tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan melakukan pendataan setidaknya terdapat lebih 1.600 kepala keluarga di dua kecamatan tersebut menjadi korban banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai 30-40 cm. (tim)

Kamis, 06 Juni 2013

Peringatan Isro' Mi'roj Nabi di Masjid Jamik Sumenep : Pengajian Bukan Tontotan


Sumenep, Lintas Madura (06/06/2013)-"Pengajian sekarang dimana-mana, namun mengapa efeknya tidak ada. Pulang dari pengajian moral tambah parah. Pengajian sekarang tidak lagi tempat untuk mencerahkan hati dan pikiran, bukan lagi tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, namun hanya sebagai tontotan. Sifat tontonan ya bubar kalau sudah bubar, tidak ada efeknya." Demikian satu hal yang terungkap dalam pengajian umum Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Sumenep tadi malam (05/06/2013).

Agar kita tidak menjadikan pengajian-pengajian sebagai tontonan saja, umat Islam harus mengubah pola pikirnya dan perilakunya yang selaras dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Dengan mengikuti Nabi maka umat akan ditolong Allah SWT dari segala bentuk bencana lahir dan batin.

Pengajian umum yang dihadiri seribuan jamaah itu berlangsung gayeng tapi penuh khidmat dengan mendatangkan penceramah KH. Musleh Adnan,S.Ag dari Pamekasan. Peringatan Isro' Mi'roj diawali dengan pembacaan Ayat suci Al-Quran, kemudian Salawat Nabi, dan Sambutan dari Takmir Masjid Jamik Sumenep, Husein Satriawan. Acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh KH Musleh Adnan. (mam/lm)

Selasa, 04 Juni 2013

Kesadaran Warga Kurang, Sungai Dipenuhi Sampah

Sampah di Sungai Bangkal yang mulai membusuk (foto:LM)

Madura,Lintas Madura (04/06/2013)- Akibat dari kesadaran warga yang masih kurang, beberapa sungai dan aliran air di beberapa tempat di Sumenep dipenuhi sampah. Sampah-sampah yang hampir memenuhi sungai tersebut dikarenakan warga sekitar tiap hari menjadi sungai dan aliran air lainnya sebagai tempat pembuangan sampah rumah tangga.

Hasil pengamatan media ini terdapat beberapa sungai dan Das di Sumenep yang banyak sampah rumah tangga, diantaranya di timur perumahan Bumi Sumekar atau aliran air di jalan lingkar timur, yang airnya sampai menghitam dan kotor. Begitu pula di desa Kebunan Sumenep yang airnya tercemar limbah tahu dan rumah tangga. Sungai dan aliran irigasi di Bangkal dan Parsanga Sumenep yang jadi tempat pembuangan sampah warga sekitarnya.

Bahkan menurut penuturan warga di dua desa tersebut, yang sengaja membuang sampah ke sungai yang membatasi Bangkal dan Parsanga tersebut bukan hanya berasal dari warga sekitar tetapi juga dari luar yakni dari arah timur dengan menggunakan mobil MPU begitu sampai di jembatan bungkusan-bungkusan sampah plastik besar dilempar begitu saja ke arah sungai atau pinggir sungai.

Anehnya, di pinggir kali tersebut telah ada papan besar yang dibuat Badan Lingkungan Hidup (BLH) berupa  himbauan bahwa sungai bukan tempat membuang sampah. Tapi tetap saja tidak dipedulikan. Padahal warga sekitar sungai tersebut rata-rata orang yang berpendidikan tinggi (mam/lm)

Jumat, 31 Mei 2013

Hindari Ngobrol Saat Pemakaman; Tradisikan Yasinan dan Tahlilan

salah satu prosesi pemakaman-sumber google

Sumenep, Lintas Madura (30/05/2013)- Mentradisikan membaca surat Yasin dan zikir Tahlil saat prosesi pemakaman warga di Desa Parsanga Kota Sumenep barangkali patut dicontoh oleh warga di tempat lain. Hal ini merupakan inovasi beberapa tokoh masyarakat setempat ketika ada prosesi pemakaman warga di kompleks makam mereka membaca Surah Yasin dan dilanjutkan membaca tahlil sampai menjelang pembacaan talkin oleh Kyai yang ditunjuk.

Saat jenazah sampai di kompleks makam, Ustaz Sudahri langsung mengambil microphone yang terhubung ke pengeras suara, ia kemudian mengajak warga membaca Surah Yasin bersama-sama saat prosesi pemakaman. Kalau Surah Yasin selesai dibaca namun prosesi pemakaman belum selesai, Kyai Sudahri melanjutkannya dengan zikir tahlil bersama-sama. Semua petakziah mengikuti bacaan Al-Quran yang dilantunkan Kyai Sudahri. Jamaah tampak khusyuk dan kedengaran suara yang bergemuruh berirama.

Menurtiut salah seorang warga Desa Parsanga, Drs. Zuhri, tradisi ini memang diciptakan untuk menghindari jamaah yang melayat ngobrol sehingga kelihatan kurang khidmat dan seakan-akan melayat itu bukan karena ibadah tapi sekedar lazim saja. " ini memang awalnya tidak ada, kok kelihatan setiap kali ada proses pemakaman, para petakziah itu kebanyakan ngobrol dengan temannya, ada yang tertawa sampai nyaring. Sampai kadang ia tidak merasa kalau pemakaman selesai, kemudian dibaca Yasin dan tahlil pakai pengeras suara, ternyata berpengaruh, jamaah itu tidak lagi ngobrol tapi ikut pembacaan Yasin dan tahlil." tutur Ketua NU Ranting ini.

Pihaknya berharap tradisi membaca surat Yasin dan Tahlil saat prosesi pemakaman ini bisa dilakukan di tempat lain di seluruh Indonesia. Karena menurutnya, tradisi ini sangat luar biasa manfaatnya, baik secara individu, orang yang meninggal, maupun secara kehidupan sosial keagamaan. " iya saya berharap ini bisa dilakukan dan dilestarikan di tempat lain kalau perlu di seluruh Indonesia, karena ini secara individu, saat melayat kita bisa zikir dan mendoakan saudara kita yang meninggal itu, juga secara sosial kelihatan masyarakat di sini sangat guyup, khidmat, dan sosial religius," tandasnya. (mam/lm)





Kamis, 09 Mei 2013

Lestarikan Budaya, SMAN 1 Lenteng Gelar Pentas Seni 2013

 

                                 (Tari muang sangkal yang diperagakan siswa SMAN 1 Lenteng: Foto LM)



Sumenep, Lintas Madura (09/05/2013)- Sebagai upaya melestarikan budaya Sumenep dan sekaligus guna menumbuhkan kreativitas di kalangan siswa, OSIS SMAN 1 Lenteng menggelar Pentas Seni 2013 yang dihelat di pelataran panggung budaya SMAN 1 Lenteng Sumenep, kemarin (08/05/2013). Pentas seni dan budaya tersebut menampilkan berbagai atraksi seni dari siswa tiap kelas yang ada di SMA Lenteng.


Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari osis, guru, pengelola, dan masyarakat (wali siswa). Acara pun dikemas dalam bentuk panggung terbuka dan ditata dengan apik. Pada pentas seni kali ini ditampilkan berbagai jenis seni, mulai dari seni tari, musik, teater, dan fashion. Sebagai pembuka acara, ditampilkan tari "muang sangkal" (tari tolak balak) yang mendapat apresiasi dari penonton.

                                       Foto Lintas Madura : Iwan Wahyudi,S.Pd (peci tinggi) dan Asistennya

Menurut salah satu pembina siswa SMA Lenteng, Iwan Wahyudi,S.Pd, kegiatan seperti ini sangat mendapat antusiasme yang luar biasa dari siswa, guru, dan TU. " makanya ini akan dijadikan agenda rutin yang tidak hanya pentas seni, tetapi bisa saja yang lain, seperti pameran kreatif siswa, kirap budaya siswa dan lainnya", tutur guru yang hoby olahraga futsal dan menembak ini.

Pihaknya berencana akan menjadikan SMA Lenteng menjadi ikon seni dan budaya di kalangan pelajar. " saya berkeyakinan dengan niat yang tulus dan anggaran yang memadai, kita bisa memulai serta menjadikan sekolah ini unggul di bidang seni budaya dan olah raga", tegasnya.

Acara pentas seni budaya tahun ini sekaligus dirangkai dengan kegiatan "lepas pisah" siswa kelas XII yang sebentar lagi akan lulus dari SMA Lenteng. (mam/lm)


Rabu, 08 Mei 2013

Edaran Mendagri Soal Larangan Foto kopi E-KTP dinilai Telat

                                               warga yang sedang menunjukka E KTP yang telah sering difotokopi

Madura,Lintas Madura (08/05/2013)-Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi meskipun dinilai agak terlambat , dikarenakan banyak warga yang telah berulang kali memfotokopi E KTP miliknya untuk berbagai keperluan. Bahkan ada beberapa warga yang sempat membingunkan edaran Mendagri ini sebagai suatu kelucuan. Seorang mahasiswa S2 asal Madura Shodiq di Surabaya misalnya, mengatakan kalau E KTP tidak bisa difotokopi lalu untuk mengurus berbagai keperluan memakai apa. Seharusnya menurut Shodiq program e KTP lebih memudahkan bukan malah menyulitkan" kalau begitu lebih baik KTP lama, difotokopi berulang-ulang tidak masalah" tegasnya.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Gamawan Fauzi, melalui edarannya melarang Elektronk Kartu Tanda Penduduk (E-KTP), untuk difoto copy,sebab akan merusak chip yang tertanam dalam Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional itu.
Hal itu sesuai dengan surat edaran Mendagri Nomor: 471.13/1826/SJ, yang telah dimuat oleh berbagai media.
Berikut redaksi surat edaran Mendagri itu.
Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia
Nomor: No. 471.13/1826/SJ
Sifat: Penting
Lampiran: -
Hal: Pemanfaatan e-KTP dengan Menggunakan Card Reader.
Jakarta, 11 April 2013
Kepada:
1. Para Menteri/Kepala LPNK/Kepala Lembaga lainnya;
2. Kepala Kepolisian RI;
3. Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank;
4. Para Gubernur;
5. Para Bupati/Walikota.
di- SELURUH INDONESIA
SURAT EDARAN
Sesuai dengan amanat Pasal 63 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009 tentang Penerapan Kartu Tanda Penduduk Berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional (e-KTP), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2010, Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011 dan Peraturan Presiden Nomor 126 Tahun 2012, dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Kelebihan yang mendasar dari e-KTP adalah bahwa di dalam e-KTP tersebut dilengkapi dengan chip yang memuat biodata, pas photo, tanda tangan dan sidik jari penduduk, sehingga e-KTP dimaksud tidak dimungkinkan lagi dipalsukan/digandakan;
2. Chip yang tersimpan didalam e-KTP hanya bisa dibaca dengan card reader (alat pembaca chip);
3. Instansi Pemerintah, Pemerintah Daerah, Lembaga Perbankan dan Swasta wajib menyiapkan kelengkapan teknis yang diperlukan berkaitan dengan penerapan e-KTP termasuk card reader sebagaimana diamanatkan Pasal 10C ayat (1) dan (2) Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2011.
Berdasarkan hal tersebut di atas dan agar e-KTP yang sudah dimiliki oleh penduduk (masyarakat), dapat dimanfaatkan secara efektif, dengan hormat kami ingatkan kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota untuk :
1. Memfasilitasi semua unit kerja/badan usaha atau nama lain di jajaran masing-masing yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, dapat menyediakan card reader dalam waktu yang singkat, dengan penjelasan sebagai berikut:
a. Penyediaan anggaran dan proses pengadaannya merupakan kewenangan dan tanggung jawab masing-masing Kementerian/Lembaga/Badan Usaha atau Nama Lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku;
b. Semua unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, sudah memiliki card reader paling lambat akhir tahun 2013, dengan alasan KTP non elektronik terhitung sejak 1 Januari 2014 tidak berlaku lagi;
c. Agar card reader tersebut dapat digunakan untuk membaca chip e-KTP secara efektif, maka dalam persiapan pengadaannya, khususnya yang berkaitan dengan aspek teknis dikoordinasikan dengan Tim Teknis Pemanfaatan e-KTP, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri.
2. Supaya tidak terjadi kesalahan fatal dalam penggunaan e-KTP, maka diminta kepada semua Menteri, Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian, Kepala Lembaga lainnya, Kepala Kepolisian RI, Gubernur Bank Indonesia/Para Pimpinan Bank, Para Gubernur, Para Bupati/Walikota, agar semua jajarannya khususnya unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, bahwa e-KTP tidak diperkenankan difoto copy, distapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, sebagai penggantinya dicatat "Nomor Induk Kependudukan (NIK)" dan "Nama Lengkap"
3. Apabila masih terdapat unit kerja/badan usaha atau nama lain yang memberikan pelayanan kepada masyarakat, masih memfoto copy, menstapler dan perlakuan lainnya yang merusak fisik e-KTP, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku karena sangat merugikan masyarakat, khususnya pemilik e-KTP.
Demikian atas perhatian dan kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.
Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi.
Tembusan Yth:
1. Bapak Presiden Republik Indonesia (sebagai laporan);
2. Bapak Wakil Presiden Republlk:Indonesia;
3. Menteri Koordinator Bidang Polhukam;
4. Menteri Koordinator Bidang perekonomian;
5. Menteri Koordinator Bidang Kesra;
6. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi;
7. Kepala Lembaga Sandi Negara;
8. Rektor Institut Teknologi Bandung.(mm/berbagai media)

Jumat, 03 Mei 2013

Masuki Pulau Madura, Pengungsi Muslim Rohingya Nasibnya Memprihatinkan


Sebanyak 60-an orang pengungsi etnis Rohingya, Myanmar, yang memasuki pulau Madura sejak 10 hari lalu dan sempat diinapkan di Losmen Faria, di Kota Pamekasan, nasibnya memprihatinkan.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Imigrasi (Wasdakim) Kantor Imigrasi Pamekasan, Dedy Hairil Zen, mengatakan kalau ke-60 orang pengungsi itu setidaknya akan ditampung selama sepekan di losmen tersebut.Saat ini, kata Dedy, pihaknya tengah mendata identitas seluruh pengungsi. Dari pendataan, baru 27 orang yang diketahui mengantongi paspor.

Sambil menunggu hasil kordinasi dengan kantor imigrasi pusat, Dedy mengakui kalau pihaknya akan terus menjaga dan mengamankan seluruh pengungsi agar tidak kabur seperti yang terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Dia menduga, para pengungsi yang ditangkap di Sampang itu masih satu rombongan dengan pengungsi yang kini ditampung di sana.

Meski begitu, di sekitar area losmen tidak terlihat seorangpun anggota kepolisian yang  mengamankan lokasi. Tapi Dedy berjanji akan meminta Kapolres Pamekasan agar menerjunkan anggotanya untuk ikut menjaga area losmen.

Ke-60 pengungsi Rohingya itu terdiri dari 30 orang lelaki dewasa, 10 orang wanita dewasa, 19 anak-anak, serta seorang wanita bernama Sri Wahyuningsih (43) asal Cilcap Jawa Tengah yang bersuamikan seorang pengungsi. Sri mengaku sudah 16 tahun menikah dengan lelaki Myanmar saat bekerja di Malaysia.

Untuk menjaga kesehatan para pengungsi, tutur Dedy, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Pamekasan untuk menyiapkan tenaga paramedis. Diakuinya, keberadaan tenaga medis sangat penting bagi para pengungsi, terlebih  ada dua pengungsi yang tengah hamil.
"Sementara anak-anaknya ada yang sakit batuk pilek," urainya.

Dedy juga mengaku telah berkoordinasi dengan imigrasi pusat untuk memutuskan apakah para pengungsi nantinya akan dievakuasi ke Rudenim atau tetap ditampung di Pamekasan. Hingga saat ini dia mengaku belum tahu pasti mengenai penempatan para pengungsi itu selanjutnya. Dia mengatakan kalau pihaknya hanya menampung pengungsi.

"Soal berapa lama akan ditampung dan berapa biaya yang akan dikeluarkan, kami serahkan kepada imigrasi pusat," ujarnya.

Para Pengungsi Ingin ke Australia
Salah seorang pengungsi, M. Ilyas (41) yang mengerti bahasa Melayu menuturkan kalau dia nekat membawa serta istri dan empat orang anaknya mengungsi. Diakuinya, kalau dia berencana mengungsi ke Australia dan minta suaka untuk hidup di sana. Dia pun menolak keras jika harus dikembalikan ke negaranya, karena ada ancaman untuk dibunuh dan diusir

Muslim Rohingya Eksodus
 Kaum muslim Rohingya eksodus ke negara-negara tetangga untuk meminta perlindungan dan menghindar dari konflik berkepanjangan berbau agama (Budha Ekstrimis dengan Muslim Rohingya). Beberapa sumber mengatakan, ada semacam kelompok garis keras Budha di Nyanmar didukung junta militer negara itu untuk mengenyahkan kaum Muslim dari bumi Nyanmar. Mereka menamakan kelompok atau gerakan "969" yang penyebabnya adalah phobia yang luar biasa kepada muslim Nyanmar seperti Indonesia yang tersebar luas.

Bahkan dengan kejadian ini, staf khusus PBB untuk penyelesaian konflik di Nyanmar mengkhawatirkan kalau tidak segera ditangani, akan menyebar ke negara-negara ASEAN dengan isu SARA.(dari berbagai sumber)

Jumat, 26 April 2013

Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani Dihadiri Ribuan Jamaah

                                                             Masjid Riaydlus Shalihin Sumenep yang jadi tempat jamaah manaqib

Sumenep, Lintas Madura (25/04/2013)- Acara rutin bulanan pengamal Thoriqoh Qodiriyah wan Naqsabandiyah Sumenep, yakni Manaqib Syekh Abdul Qodir Jailani ra, berlangsung hikmad di Masjid Riyadhus Sholihin Sumenep kemarin malam. Acara tersebut dihadiri ribuan jamaah yang datang dari seluruh wilayah di Kabupaten Sumenep.

Kegiatan bulanan ini serasa sangat istimewaa dikarenakan kehadiran KH Ali Hanafiah Akbar, dari Surabaya yang merupakan salah satu wakil talqin Thoriqoh Qodiriyah untuk wilayah Jawa Timur. Jamaah dengan setia menunggu kehadiran KH Ali Hanafiah Akbar untuk memberikan ceramah manaqib meskipun sampai agak malam. Dalam ceramahnya, KH Ali Hanafiah Akbar memberikan motivasi jamaah untuk meningkatkan zikir kepada Allah dalam setiap kesempatan dan dimanapun saja berada. "Hal ini harus dilakukan agar ruhani kita tidak mudah diperdaya iblis yang tiap saat mengintai. Dengan zikir yang telah ditentukan, maka InsyaAllah kita akan dituntun oleh Allah untuk terus meningkatkan keimanan dan keihsanan serta keislaman kita", tegasnya.

Menurutnya, metode zikir thoriqoh akan membantu umat untuk selalu dekat dan bersama Allah."Orang yang selalu lupa zikir berarti ia telah mematikan hatinya sendiri, dan pasti kalau pada saat lupa Allah, ia akan didekati syaitan", tambahnya. Ia juga mengurai perilaku salat kebanyakan orang yang lalai dan munafik dalam salatnya, yakni orang yang zahirnya salat tapi hatinya tidak khusuk. Padahal kata KH Ali Hanafiah, salat adalah hal yang utama dalam agama dan salat adalah untuk mengingat Allah bukan mengingat selain Allah.

Ia juga menjelaskan tentang hakikat perbedaan dalam perilaku keberagamaan di masyarakat kita yang pada hakikatnya perbedaan itu adalah keniscayaan dan satu-kesatuan. " selama tujuannya sama-sama Laa Ila ha ilallah Muhammadurrasulullah, lalu apanya yang berbeda", tegasnya. Karena menurut KH Ali Hanafiah, manusia itu bertindak menurut maqamnya. " maqamnya saja yang tidak sama,sehingga kelihatan berbeda sedangkan pada tataran ilmu dan ajaran yang sama saja", katanya.

Acara manaqiban ini diawali dengan salat Magrib berjamaah dan zikir bersama, kemudian pembacaan Ayat Suci Al-Quran, pembacaan pesan dan wasiat para Mursyid, pembacaan manaqib dan doa. (mam/lm)

Senin, 22 April 2013

Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se Jatim Dimulai Hari ini


Sumenep, Lintas Madura (22/04/2013)- Pekan Kelompok Informasi Masyarakat  (KIM) se Jawa Timur dibuka hari ini oleh Gubernur Jawa Timur di Graha Adipodaya- Sumenep. Sejak siang sampai jelang magrib tadi nampak mobil-mobil plat merah memenuhi area parkir gedung graha Adipoday di Jalan Trunojoyo Sumenep. Dalam pekan KIM tahun ini dijadwalkan ada beberapa acara seperti pameran produk unggulan, final LCCK, Sarasehan dan workshop KIM serta lomba BLOG.

Kegiatan ini diyakini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menangkap dan mengelola informasi di era teknologi informasi ini. Selain itu diyakini akan dipadati pengunjung untuk melihat kegiatan ini dikarenakan ada banyak kegiatan, seperti lomba-lomba dan pameran produk unggulan.

Jadwal KIM Jatim di Sumenep dideskripsikan berikut (sumber kominfo jatim)

JADWAL PEKAN KIM JAWA TIMUR VII TAHUN 2013
SUMENEP, 23 – 27 APRIL 2013
No.
Kegiatan

Hari/Tanggal
Pukul
Lokasi
1.
Pembukaan
Selasa, 23 April 2013
09.00
Graha Adi Poday
2.
Pameran Produk Unggulan
SelasaSabtu
2327April 2013
09.00 21. 00
Graha Adi Poday
3.
Grand Final LCCK
Selasa, 23 April 2013
07.00 – 09.00
Graha Adi Poday
4.
Demo Pelayanan Informasi dan Konsultasi TIK
Selasa, 23 April 2013
11.00
Graha Adi Poday
5.
Sarasehan KIM
Selasa, 23 April 2013
13.00 – 15.00
Hotel Utami Sumenep
6.
Workshop TIK untuk Anggota KIM
Rabu, 24 April 2013
09.00 – 15.00
Hotel Utami Sumenep
7.
Workshop TIK untuk Masyarakat Umum
Kamis, 25 April 2013
09.00 – 12. 00
Hotel Utami Sumenep
8.
Festival Pertura
SelasaJumat
23 26 April 2013
19.0022.00
Graha Adi Poday
9.
Lomba Blog
125 April 2013
09.0021.00
Graha Adi Poday
10.
Penutupan
Sabtu, 27 April 2013
19.00
Graha Adi Poday